Melatih
“ Number Sense “ Siswa sekolah Dasar
Ciri
murid yang memiliki kepekaan bilangan ( number sense ) yang baik
1. memiliki kepekaan
intuisi dan pemahaman yang baik terhadap bilangan
2. memiliki pemahaman yang
mantap tentang kegunanan bilangan dan mampu menginterpretasikan berbagai hal ke dalam bilangan
3. memiliki
kemampuan untuk melakukan perhitungan secara akurat dan efisien
4. memiliki
kepekaan tentang benar dan salahnya suatu pernyataan yang terkait dengan
bilangan
5. memiliki
kemampuan untuk memeriksa masuk akal atau tidaknya suatu argumen
lima hal tersebut diatas tidak berdiri secara sendiri
sendiri melainkan terintegrasi menjadi satu. Lima karakteristik ini merupakan
satu kesatuan yang utuh dan dimanfaatkan secara bermakna untuk memecahkan
masalah yang berhubungan dengan bilangan
Contoh Penggunaan ” Number Sense
”
Untuk memberikan gambaran tentang kepemilikan number
sense, di bawah ini adalah beberapa contoh kasus di mana seorang anak yang
memilki number sense yang baik dalam memecahkan masalah bilangan.
Contoh 1
Tanpa harus menggunakan alat tulis manakah dari pilihan
299, 399 dan 499 yang merupakan hasil kali pasti dari 19 dan 21. Anak yang
memiliki number sense yang baik tentu menyadari bahwa dua bilangan yang
dikalikan yakni 19 dan 21 adalah bilangan-bilangan yang berada disekitar 20 karena
itu nilainya tentu berada disekitar 20 x 20 atau 400 dengan memanfaatkan
informasi ini meskipun tanpa melakukan perhitungan dengan alat tulis. Maka dia
dengan yakin akan memilih 399 sebagai jawabannya
Contoh 2
Berapakah nilai dari 12 ½
x 18
Anak yang memiliki number sense, memiliki kemampuan untuk
mengubah representasi bilangan ini menjadi bentuk yang lebih mudah di kalkulasi
. dia mengetahui 12 ½ bisa diubah menjadi 25 kalau dikalikan 2. berdasarkan
sifat bilangan, dia juga mengetahui bahwa kalau yang kiri dikalikan 2 maka yang
kanan harus dibagi 2, sehingga bentuknya akan menjadi 2 x 12 ½ ) x ( 18 : 2 )
atau 25 x 9, yang tentunya lebih mudah dikerjakan
Selanjutnya kalaupun dia masih belum melihat bentuk yang
lebih mudah diolah dan ingin mengubah lagi mungkin dia akan memanfaatkan
kenyataan bahwa 9 = 10 – 1, sehingga dia mengubah bentuk 25 x 9 menjadi 25 x (
10 – 1 ) = 250 – 25 = 225
Contoh 3
Berapa hari efektifkah seorang anak mengikuti pembelajaran
di sekolahnya dalam satu tahun ?
Pilihan jawaban
A, 20 hari
b. 200 hari
c. 2000 hari
d. 20.000 hari
e. 200.000 hari
anak yang memiliki number sense yang baik akan memanfaatkan
berbagai macam hal yang berkaitan dengan bilangan untuk menjawab pertanyaan
tersebut. Mungkin ia akan memanfaatkan pengenalannya terhadap jumlah hari
maksimal dalam satu tahun yakni 365 hari. Ia juga akan memanfaatkan
pengetahuannya bahwa memang dimungkinkan untuk memperoleh jawaban 200 hari,
karena jumlah minggu dalam 1 tahun sudah 52 minggu. Kalau Sabtu dan Minggu
libur maka 365 hari itu harus dikurangi sebanyak 104 hari yang berarti juga
masih ada jeda waktu libur kalau di negara Barat ada waktu khusus libur musim
panas yang itu berlangsung beberapa lama dengan informasi seperti itu ia akan
memilih jawaban yang paling mungkin 200 hari
contoh 4
Huruf A, B, C, D, E, F, G dan H menyatakan bilangan
bilangan yang terletak pada garis bilangan. Huruf apakah yang bisa digunakan untuk
menyatakan hasil kali dari A dan G
A B C
D E F G H
0 1 2 3 4
Siswa yang memiliki number sense yang baik, maka dia akan
bisa membayangkan bahwa A kira kira memilki nilai 1/5 panjang 1 satuan dan g
memiliki nilai sekitar 2 ¾ karena itu, nilai dari A x G adalah sekitar 1/5 dari
2,7 atau sekitar 0,5 jadi jawabannya adalah B
Contoh 5
Tanpa harus menghitung manakah dari jawaban berikut yang
paling cocok untuk soal 87 x 0.09 ?
A.
jauh
di bawah 87
B.
sedikit
di bawah 87
C.
sedikit
di atas 87
D.
Jauh
di atas 87
anak yang memiliki number sense yang baik, tentu
menyadari bahwa 0,09 itu nilainya sama dengan 9/100, yang berarti merupakan
bagian sangat kecil dari satu satuan ( 100/100 ). Karena itu 87 x 0,09 tentu
nilainya jauh di bawah nilai dari 87
contoh 6
Pada suatu hari seorang anak diajak oleh orang tuanya
bertamasya ke Amerika. Disuatu hari, dia berbelanja CD di suatu mall. Tertera
harganya adalah $ 141 dan dituliskan pula adanya discount sebesar 9,9 % dia
memberikan uang sebesar $ 140 kepada pelayan toko , tetapi ternyata si pelayan
toko mengembalikan uangnya sebesar $
6.02 . anak itu kemudian memprotes kepada si pelayan dengan menyatakan bahwa
9,9 % adalah sekitar 10 % sedangkan 10 % dari 141 adalah sekitar $ 14, jadi dia
seharusnya hanya memperoleh kembalian sekitar $ 127 si pelayan kemudian
menghitung lagi dengan kalkulator dan memang memperoleh hasil seperti yang
dikatakan anak tersebut si pelayan manggut manggut bangga dengan anak Indonesia
tersebut
Mengapa Penting Bagi Siswa ?
Dari melihat contoh-contoh di atas sebenarnya sudah
sangat jelas bahwa penguasaan number sense ini merupakan hal yang sangat
penting bagi anak. Dengan number sense yang baik, para siswa secara mudah
otomatis luwes dan penuh percaya diri mampu mengatasi berbagai macam masalah
yang terkait dengan bilangan
Dampaknya bukan hanya pada belajar tentang bilangan
.Mereka juga akan memilii kepercayan diri untuk belajar materi matematika lainnya
. dengan number sense yang baik mereka memiliki kemampuan berpikir dan bernalar
yang lebih baik untuk menikuti pembelajaran matematika lainnya. Mereka juga
akan mampu menjadikan kehidupan kesehariannya lebih diterima oleh akal
sehatnya, dan melihat kenyataan bahwa matematika sangat bermanfaat bagi siswa.
Seperti pada contoh 6 diatas , maka pemilikan number sense ini juga membantu
siswa terhindar dari kerugian yang mungkin dialami karena kecerobohan orang
alin
Selanjutnya, matematika adalah suatu mata pelajaran yang
memiliki karakteristik khusus. Materi matematika dikembangkan sebelumnya dengan
menggunakan penalaran logis deduktif . sifat hirarkis yang ketat ini menurut
orng yang belajar matematika menguasai materi persyaratan yang diperlukan . materi
A yang memiliki pra syarat B, mustahil dikuasai oleh seseorang tanpa menguasai
terlebih dahulu materi B
Bilangan adalah salah satu materi dalam matematika yang
hampir merupakan prasyarat dari semua materi matematika lainnya kecuali
geometri khususnya sifat sifat geometris semua materi yang lain pasti ada
kaitannya dengan bilangan . Oleh karena itu penguasaan bilangan apalagi sampai
terbentuk number sense merupakan hal yang sangat penting dalam belajar matematika
Apa implikasinya bagi pembelajaraan
Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan siswa kita
ketika membelajarkan bilangan dan hal - hal tersebut, sangat mendukung untuk
terbentuknya number sense yang baik. Beberapa hal itu antara lain sebagai
berikut :
Konsep pra bilangan
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan
konsep pra bilangan. hal - hal itu antara lain adalah :
1. mengklasifikasikan,
kemampuan memilah benda berdasarkan atribut atau sifat tertentu
2. Pola
kemampuan menemukan, membangun dan mendeskripsikan pola
3. membandingkan
kemampuan melihat hubungan antara banyak benda dalam satu kumpulan dengan
banyak benda dalam kumpulan yang lain
4. konservasi
kemampuan mempertahankan nilai suatu bilangan, meskipun distribusinya di ubah-ubah
misalnya disebar atau di tumpuk
5. Pengenalan
kelompok kemampuan mengenali beberapa
banyak benda di dalam sekumpulan benda dan menamainya dengan tepat
Konsep bilangan
1.
kemampuan
menghitung banyak benda ( kardinalitas )
2.
kemampuan
mengurutkan kumpulan benda berdasarkan banyak anggotanya ( ordinalitas )
3.
Pemahaman
hubungan antar kumpulan benda ( seperti lebih besar, lebih kecil atau sama )
4.
Kemampuan
merepresentasikan bilangan dalam berbagai macam bentuk representasi ( benda
kongkrit, gambar benda, gambar abstrak, simbol atau bahkan tulisan atau ucapan
5.
Pemahaman
terhadap notasi matematika 9 misalnya + , - , =
Nilai tempat
1.
Cara
kerja sistem bilangan
a. Nilai tempat : posisi suatu angka menyatakan nilainya
b. sistem kita di kelola dalam suatu sistem basis 10 .
sekali kita mencapai 10 untuk suatu tempat
tertentu , maka kita perlu menukarkan dengan kumpulan yang baru
c. nol ( 0 adalah suatu simbol di dalam sistem kita yang
memungkinkan kita menyajikan ketidakadaan di dalam koleksi bilangan. Sebagai
contoh 3102 artinya tidak ada sesuatu di dalam kumpulan atau kolom puluhan. sifat penjumlahan bilangan dapat dijumlahkan
berdasarkan nilai tempatnya. Sebagai contoh : 123 adalah jumlah dari 100 + 20 +
3
2.
Menghitung
bilangan besar ( catatan : ketika belajar menamai bilangan besar anak-anak
sering mengalami kesulitan dalam mengucapkan bilangan belasan, karena
pelafalannya tidak singkron dengan cara penamaan, bilangan bilangan besar yang
lain . Kita mengatakan sebelas, dua belas, tiga belas dll. Ini beda dengan dua
puluh dua puluh tiga dst yang sejalan dengan sistem numerasi yag ada. begitu
pula dengan tiga puluhan, empat puluhan dst. ini berarti perlu ada penekanan
khusus untuk pembelajaran bilangan belasan
a.
menemukan
pola seperti penjumlahan dengan 10 tidak akan mengubah nilai pada kolom
satuannya
b.
menyimpan
dan menamai ulang perpindahan dari satu kumpulan ke kumpulan yang lain adalah
satu ketrampilan yang paling penting dimiliki oleh seorang siswa. Pola apa yang
terjadi setelah 9 ( atau 19, 29 dll ) dapat menjadi sangat menyulitkan bagi
siswa untuk dipahami , tetapi itu merupakan hal yang penting untuk kemampuan
berhitung di masa depan
3.
Kemampuan
memanipulasi bilangan untuk memungkinkan terjadinya mencongak dan perkiraan (
estimasi )
4.
kemampuan
menentukan kapan suatu situasi menuntut diberikannya bilangan eksak dan kapan
hanya merupakan pendekatan ( aproksimasi ). Ketika kita masih ada dirumah dan
atau mau berangkat ke toko untuk berbelanja, kita juga biasanya melakukan
perhitungan terhadap kondisi keuangan kita. Kita mencoba mengidentifikasi apa
yang akan dibeli dan harganya kira kira berapa. Maka pada saat itu yang
diperlukan adalah bilangan perkiraan saja , bukan bilangan eksak. Akan tetapi
ketika kita menjadi kasir disuatu toko dia harus menghitung secara tepat
bilangan ( baca : harga barang ) agar tidak disalahkan oleh pemilik toko. dalam
hal ini kasir tersebut memerlukan bilangan eksak bukan kira kira
terkait dengan hal-hal diatas, maka dalam rangka
pembelajaran bilangan, penulis memberikan beberapa saran / rekomendasi sebagai
berikut
1.
Para
siswa di sekolah, perlu kita kenalkan dan kita mantapkan dengan beberapa hal
yang telah dinyatakan diatas. Pengalaman dengan konsep pra bilangan, konsep
bilangan, nilai tempat, mencongak dan estimasi, serta bilangan eksak dan
bilangan pendekatan perlu dikenalkan kepada siswa. dengan begitu, diharapkan
mereka akan memiliki pemahaman kebilangan yang lengkap dan utuh tentang
bilangan
Namun demikian mereka juga masih perlu memiliki
ketrampilan dalam menjalankan prosedur atau algoritma yang terkait dengan
bilangan, memiliki penalaran yang adaftif mempunyai berbagai macam strategi
pemecahan masalah dan yang terakhir perlu memiliki sikap yang produktif
Untuk itu guru perlu memberikan fasilitas latihan yang
cukup banyak agar siswa menguasai. akan tetapi drill dan practice saja tidaklah
cukup dalam hal ini. Setiap latihan yang diberikan kepada anak-anak harus juga
dikaitkan dengan konsepnya sehingga ada kaitan yang cukup mantap antara konsep
dan prosedur
Anak harus juga perlu dikenalkan dengan berbagai macam
konteks kebilangan, di mana mereka harus melakukan proses pemaknaan terhadap
konteks mengubah situasi konteks menjadi masalah matematika ( masalah bilangan
) menerapkan operasi bilangan dan memeriksa ulang kemasukan hasil operasi dan
prosesnya
Namun demikian ada satu hal yang perlu diingatkan disini.
sering kita mengajar hanya seperti menoreh selapis tipis keju atau mentega di atas
seiris roti. Pasti tidak akan begitu terasa bagi lidah kita. kita perlu
memberikan porsi yang cukup dan yang tahu cukup tidaknya ini hanya para guru
itu sendiri dan tentu juga para siswanya ( kalau mereka bisa buka suara )
Pembelajaran hendaknya berangkat dari apa yang sudah
dimiliki siswa . pengalaman dan pengetahuan yang sudah dibawa siswa ke kelas
perlu dijadikan bahan pertimbangan dalam pembelajaran kita. hal ini untuk
membantu mereka belajar secara bermakna. kalau di dalam kehidupan keseharian
mereka tidak pernah melihat itik misalnya maka janganlah kita menjadikan itik
sebagai contoh konteks dalam pembelajaran kita
Pembelajaran yang disesuaikan dengan pengetahuan dan
pengalaman siswa juga mencegah terjadinya kesia-siaan. seringkali terjadi
dimana guru mengeluhkan kurangnya alokasi
waktu yang tersedia dalam belajar matematika. mereka menganggap bahwa waktu
yang disediakan tidak cukup untuk
membahas semua materi yang dituntut dalam kurikulum . kalau kita mau jujur
tidak jarang kita mengulangi lagi menjelaskan materi yang semestinya sudah
dimiliki siswa kepada semua siswa. Padahal mungkin sebagian sudah mengerti dan
hanya sebagian lain yang masih belum andaikata kita bisa menerapkan
difrentiated instruction mungkin hal semacam itu tidak akan terjadi
Ajak dan dorong agar para isswa terlibat secara aktif
dalam proses belajarnya. Pembelajaran harus dirancang untuk memberikan porsi
waktu lebih banyak kepada kegiatan siswa , bukan kegiatan guru. kalau perlu
kita harus mendorong ditemukannya strategi invented strategy di samping
strategi baku yang sudah biasa ada di buku. ajak juga siswa untuk menemukan
kesamaan dan perbedaan antar berbagai masalah yang diberikan, dan menemukan
sendiri strategy mana yang paling tepat digunakan untuk jenis masalah itu.
dengan begitu anak akan memiliki khazanah strategi pemecahan masalah yang kaya
dan tahu kapan ini bisa digunakan
Kalaupun guru perlu memberikan penjelasan , upayakan
maksimal 10 % dari lokasi waktu yang ada. berikan kesempatan sebanyak banyaknya
waktu kepada siswa untuk melakukan eksplorasi. Tantang pemikiran mereka.
Karenanya guru perlu menyediakan tantangan belajar. siapkan masalah yang mendorong
siswa berpikir dan memanfaatkan potensi mereka seoptimal mungkin. tentu saja,
sesuaikan dengan tingkat perkembangan intelektual mereka. Suatu soal akan
menantang siswa jika soal tersebut tidak terlalu mudah dan juga tidak terlalu
sulit untuk dipecahkan hanya dengan menggunakan pengetahuan atau pengalaman
yang sudah dimiliki siswa. Salah satu soal yang juga bisa menantang siswa
adalah soal yang memiliki banyak jawaban atau banyak cara penyelesaiannya open
ended problem. Tantang mereka untuk mengerjakan soal -soal yang open ended ini
, biarkan mereka mengerjakan sesuai dengan tempo dan kecepatan masing masing ,
dan jangan lupa minta mereka saling berbagi ( sharing ). kegiatan sharing yang
merupakan komunikasi matematis , membantu memantapkan pemahaman siswa yang
melakukan sharing itu sendiri dan juga memberikan inspirasi baru ( new insight
) bagi yang mendengarkan
Biasakan siswa untuk melakukan refleksi. ajak mereka
untuk selalu memeriksa ulang proses dan jawaban yang sudah diberikan /.
Kebiasaan untuk mudah memberikan reward tanpa meminta mereka berupaya
menjelaskan atau menggunakan nalar dan pikiran mereka perlu kita kurangi .
setiap jawaban siswa harus selalu kita tantang, misalnya dengan mengajukan
pertanyaan ” mengapa kalian begitu yakin bahwa itu adalah jawaban yang benar
??? ajak pula mereka untuk mencari alternatif lain , dan membandingkan
efektivitas dan efisiensi cara yang satu dengan yang lainnya
Kebiasaan melakukan refleksi ini akan membantu siswa
memeproleh pemahaman yang mantap terhadap konsep-konsep yang digunakannya
memecahkan masalah. mereka akan mampu melihat lubang-lubang kelemahan pemikiran
mereka dan mereka juga memilki keterkaitan yang kuat antar berbagai konsep
matematika yang telah dipelajarinya . pemahaman mereka menjadi jauh lebih
bermakna dari sebelumnya.
menurut sy contoh no 4 ko gak representatif ya? bagaimana merepresentasikan angka dalam bentuk bilangan, sedangkan tidak ada informasi tambahan yang menjelaskan maksud soal contoh 4
BalasHapusKereen
BalasHapus